HARI RAYA IDUL FITRI HARI KEMENANGGAN
Idul fitri
HARI KEMENANGAN
Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1430 H sebagai tanda dari berakhirnya seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan. Setelah sebulan penuh kita melakukan tarbiyah Ramadhan dengan menunaikan puasa, shalat, qiyam, tilawah, dzikir, doa, mengeluarkan zakat, infak dan shadaqah. Maka kita berharap menjadi orang-orang yang bertaqwa, orang-orang yang dijanjikan Allah mendapat kemenangan atau kesuksesan. Kemenangan atas hawa nafsu, kemenangan atas setan, kemenangan atas kegelisahan dan kebimbangan, kemenangan atas ketidakberdayaan dan kemalasan, kemenangan atas musuh-musuhnya. Dan menang atau sukses dalam membangun peradaban.
Sudah selayaknya hari ini kita bergembira dan berbahagia. Bergembira karena telah berhasil menunaikan kewajiban ibadah Ramadhan. Kegembiraan itu direfleksikan dengan syukur dan mengagungkan asma Allah. Takbir, Tahlil dan Tahmid. Allahu akbar 3 x Laa Ilaha illlah Allahu Akbar Walillahilhamd
Sementara kegembiraan yang tidak didahului ketaatan adalah kegembiraan yang semu. Hari Raya yang tidak didahului ibadah Ramadhan adalah hari yang hampa tanpa makna. Walaupun memakai baju baru, memakan makanan yang enak, berkumpul dengan keluarga dan berrekreasi di tempat-tempat hiburan.
Setiap tahun kita melaksanakan ibadah Ramadhan dan hampir tiap tahun pula kita merayakan Idul Fitri. Tetapi adakah yang berubah dalam diri kita, keluarga kita, masyarakat kita dan bangsa kita. Adakah perubahan kearah yang lebih baik ? Sudahkan kita meraih kesuksesan hidup, kesuksesan berupa kebaikan kualitas hidup kita dari sisi keagamaan, kesejahteraan, keadilan dan keamanan ?
Kita menyaksikan masih sangat sedikit orang-orang yang sukses dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Dan kita juga melihat masih sangat sedikit orang-orang yang sukses dan menang dalam mengisi kehidupan di dunia yang terbatas ini serta menang dalam membangun peradaban. Akibatnya, yang terjadi adalah dominasi kemaksiatan dan kejahatan atas ketaatan dan kebaikan, dominasi musibah dan kesulitan atas keberkahan dan kesejahteraan, dominasi orang-orang fasik dan jahat atas orang-orang shalih dan baik. Jika yang terjadi demikian, maka badai krisis belum pasti berlalu. Dan Indonesia masih mencerminkan kondisi tersebut, walaupun mayoritas penduduknya beragama Islam.
Setiap hari raya Idul Fitri kita senantiasa mengucapkan ucapan selamat :
تَقَبَّلَ الله٠مÙنَّا ÙˆÙŽÙ…ÙنْكÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ø¹ÙŽØ§Ø¦ÙØ¯Ùيْنَ وَالÙَائزين ÙƒÙلّ٠عَام٠وَأَنْتÙمْ Ø¨ÙØ®ÙŽÙŠÙ’رÙ
Semoga Allah menerima Amal ibadah kita semua, semoga kita kembali menjadi fitrah dan meraih kesuksesan. Dan semoga setiap tahun kita selalu dalam kebaikan.
Sukses dalam hidup dan menang dalam membangun peradaban adalah ketika umat Islam melandasi hidupnya pada prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai Islam berikut:
1. Keimanan
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi saw. yang menyebutkan bahwa persyaratan pertama untuk meraih kemenangan atau kesuksesan adalah jika umat Islam melandasi hidupnya dengan nilai-nilai keimanan. Keimanan pada yang ghaib, keimanan pada Allah, Malaikat, kitab suci Al-Qur’an, para rasul, hari akhir dan keimanan pada taqdir Allah.
قد Ø£ÙÙ„Ø Ø§Ù„Ø¤Ù…Ù†ÙˆÙ†
“Sungguh telah sukses (menang) orang-orang beriman†(QS Al-Mu’minun 1)
Adapun orang-orang yang hidupnya mewah dari segi fasilitas harta dan kedudukan di dunia sementara dia tidak beriman kepada Allah, maka dia tidak sukses. Karena kesuksesannya dibatasi dengan kematian. Sedangkan orang yang miskin dan tidak beriman, mereka lebih parah lagi, mereka gagal di di dunia dan menderita di akhirat. Bagi orang-orang yang mapan di dunia, sangat berkecukupan dan mewah, tetapi tidak beriman, maka mereka akan merasakan siksan neraka yang sangat sakit dan terus dalam kesakitan yang kekal. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: “ Didatangkan orang yang paling senang di dunia sedang dia adalah ahli neraka. Dia dicelupkan satu kali celupan di neraka. Kemudian dikatakan padanya,†Wahai anak Adam apakah pernah engkau merasakan kebaikan (di dunia). Apakah lewat padamu kenikmatan dunia ? Maka orang itu menjaab,†Tidak demi Allah wahai Rabb kuâ€. Dan didatangkan orang yang paling menderita di dunia sedang dia adalah ahli surga. Lalu dicelupkan satu kali celupan di surga. Kemudian dikatakan padanya,†Wahai anak Adam apakah engkau pernah merasakan penderitaan di dunia apakah lewat pada kesusahan di dunia ? Maka dia menjawabnya, †Tidak demi Allah, tidak pernah lewat padaku penderitaan dan kesulitan sedikitpun di dunia†(HR Muslim).
ÙŠÙŽÙˆÙ’Ù…ÙŽØ¦ÙØ°Ù ÙŠÙŽØµÙ’Ø¯ÙØ±Ù النَّاس٠أَشْتَاتًا Ù„ÙÙŠÙØ±ÙŽÙˆÙ’ا أَعْمَالَهÙمْ
Ùَمَنْ يَعْمَلْ Ù…ÙØ«Ù’قَالَ ذَرَّة٠خَيْرًا يَرَهÙ
وَمَنْ يَعْمَلْ Ù…ÙØ«Ù’قَالَ ذَرَّة٠شَرًّا يَرَهÙ
“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula†(Az-zalzalah 6-8)
وَلَقَدْ كَتَبْنَا ÙÙÙŠ الزَّبÙور٠مÙنْ بَعْد٠الذّÙكْر٠أَنَّ الْأَرْضَ ÙŠÙŽØ±ÙØ«Ùهَا Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙÙŠÙŽ Ø§Ù„ØµÙ‘ÙŽØ§Ù„ÙØÙونَ
â€Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diberikan kepada hamba-hambaKu yang saleh†(QS Al-Anbiyaa 105).
2. Ilmu
Pilar kedua yang harus dimiliki oleh kita agar sukses dalam hidup dan dapat membangun peradaban adalah ilmu dan terus-menerus menimba ilmu baik ilmu Syariah maupun ilmu umum. Setiap muslim hendaknya meningkatkan etosnya dalam menuntut ilmu dan berupaya memiliki minimal satu disiplin ilmu yang kuat untuk meraih kesuksesan hidup dan membangun peradaban. Tidak dapat dipungkiri bahwa diantara kesuksesan hidup di dunia dan dominasi barat di abad sekarang karena mereka menguasai ilmu dan teknologi. Sehingga umat Islam harus mengejar ketertinggalan dalam bidang ilmu ini.
Generasi salafu salih pendahulu kita telah memberikan contoh terbaik dalam ilmu, penguasaan mereka terhadap ilmu dan mengajarkan ilmu sehingga mereka memenangkan peradaban. Tidak kurang dari 13 abad umat Islam menguasai peradaban dunia karena keimanan dan ilmu mereka. Ali bin Abi Thalib, Muadz bin Jabbal, abu Hurairah, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas dll adalah bintang bintang dalam dunia ilmu di masa sahabat. Di masa berikutnya ada Said bin al-Musayyib, Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin, Abu Hanifah, Imam Malik, Imam As-Syafi’i, Imam Ahmad dll. Dan dalam bidang ilmu kauniyah lebih banyak lagi.
Jika umat Islam sekarang ingin sukses dan memenenagkan peradaban, maka mereka harus menguasai ilmu disetiap bidang ilmu dan dispilinnya.
يَاأَيّÙهَا الَّذÙينَ ءَامَنÙوا Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù‚Ùيلَ Ù„ÙŽÙƒÙمْ تَÙَسَّØÙوا ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙŽØ¬ÙŽØ§Ù„ÙØ³Ù ÙَاÙْسَØÙوا ÙŠÙŽÙْسَØÙ اللَّه٠لَكÙمْ
ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù‚Ùيلَ Ø§Ù†Ù’Ø´ÙØ²Ùوا ÙÙŽØ§Ù†Ù’Ø´ÙØ²Ùوا يَرْÙَع٠اللَّه٠الَّذÙينَ ءَامَنÙوا Ù…ÙنْكÙمْ وَالَّذÙينَ Ø£ÙوتÙوا الْعÙلْمَ دَرَجَاتÙ
وَاللَّه٠بÙمَا تَعْمَلÙونَ خَبÙيرٌ
â€â€¦ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan†(QS Al-Mujaadalah 11).
Allahu Akbar 3 x wa lillahil hamd
3. Amal Shalih
Pilar ketiga yang harus dilakukan kita untuk meraih kesuksesan hidup adalah amal shalih. Amal shalih mencakup unsur-unsur; ikhlas, baik, kompetensi dan profesional. Sedangkan ruang lingkup amal shalih adalah amal ta’budi, amal ijtima’i, amal mihani dan amal ishlahi Kita harus terus beramal untuk meraih kesuksesan hidup dan membangun peradaban. Iman dan ilmu tanpa amal tidak akan sempurna.
4. Mujahadah
Selanjutnya umat Islam harus bersungguh-sungguh dalam semua lapangan kehidupannnya. Bagi umat Islam tidak ada istilah libur dari amal shalih, tidak ada istilah pansiun dari ibadah, tidak ada istilah cuti dari kebaikan. Dinatara contohnya, ketika umat Islam selesai menunaikan shalat Jum’at mereka disuruh bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah. Setelah umat Islam menunaikan ibadah Ramadhan dan ditutup dengan Idul Fitri mereka dianjurkan untuk puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal dan menguatkan shilaturahmi.
Pilar-pilar itulah yang mengantarkan kesuksesan bagi umat Islam. Dan dengan pilar-pilar Pearadaban tegak. Dan sesungguhnya kiat untuk meraih kesuksesan dan peradaban di dunia sama dengan dengan kiat untuk meraih kesuksesan di akhirat. Kiat itu adalah iman, beriman pada Allah dan beriman pada ajaran Islam kemudian diteruskan dengan, penguatan ilmu, amal shalih, dan terus bermujahadah, menyuruh pada yang benar dan baik serta bersabar atas itu semua.
Dan terakhir, marilah kita menjadikan keimanan dan ketaqwaan sebagai perhiasan hidup kita. Ketaqwaan bukan hanya diucapkan dalam mulut, tetapi direalisasikan dalam prilaku dan perbuatan. Ketaqwaan adalah sebuah hakekat, bukan klaim atau akuan, bukan pula pameran dan kepura-puraan. Kita menyerahkan segala urusan kepada Allah, beristighfar, bertaubat dan terus-menerus melakukan kebaikan, dakwah serta amar ma’ruf dan nahi mungkar agar kita mendapatkan keberkahan hidup, kesuksesan di dunia dan akhirat.
SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1 sawal 1431 H.
MINAL AIDIN WALFA IDIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN! Semoga kita termasuk Orang-orang yang mendapat Kemenangan Amin!
Senin, 06 September 2010
Sabtu, 15 Mei 2010
Sifat yang muliya
Sifat yang Mulia
Kejujuran adalah sifat yang agung, akhlak yang mengelokkan pemiliknya dan mengangkat sebutanya. Orang yang jujur selalu dicintai manusia. Barang siapa yang banyak jujurnya, niscaya “bersinarlah” hatinya dan kuatlah “pandangannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan kejujuran dan amanahnya, bahkan sebelum beliau menjadi Nabi.
“Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) dan perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.”
Untaian kata-kata di atas adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang terhimpun dalam Kitab Hadits Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. (HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab); (HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr); (HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”, (QS: At-Taubah: 119). Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Jikalau mereka jujur kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka”, (QS: Muhammad: 21)
“Jujur ialah kesesuaian ucapan dengan hati kecil dan kenyataan objek yang dikatakan” (Fathul Baari, jilid X).
Berkaitan dengan makna hadits di atas, para ulama mengatakan bahwa sikap jujur dapat mengantarkan kepada amal shaleh yang murni dan selamat dari celaan. Sedang kata “al-birr” (kebaikan) adalah istilah yang mencakup seluruh kebaikan. Pendapat lain mengatakan bahwa “al-birr” berarti surga, sedangkan dusta dapat mengantarkan kepada perilaku menyimpang (kedzaliman).
“ Janganlah engkau melihat kualitas diri seseorang itu dari panjang rukuk dan sujudnya, tetapi lihatlah dari kejujuran dan kesetiaan dalam menjalankan amanah”, demikian nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala , yang artinya : “ Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shadiqin (orang-orang jujur dan mencintai kebenaran), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itu teman sebaik-baiknya”, (QS. An-Nisa: 69). Sikap jujur termasuk keharusan di antara sekian keharusan yang harus diterapkan, dia menjadi fundamen penting dalam membangun komunitas masyarakat. Tanpa sikap jujur, seluruh ikatan masyarakat akan terlepas, karena tidak mungkin membentuk suatu komunitas masyarakat sedang mereka tidak berhubungan sesamanya dengan jujur.
Hakikat kejujuran adalah meraih sesuatu dengan sempurna, menyempurnakan kekuatan dan menyatukan seluruh bagiannya. Kejujuran ada pada niat, ucapan dan amalan. Sikap jujur merupakan naluri dari setiap manusia. Cukup sebagai bukti bahwa anak kecil jika diceritakan tentang sosok seorang yang jujur di satu sisi, dan di sisi lain diceritakan sosok seorang pendusta, engkau lihat, dia akan menyukai orang jujur dan membenci pendusta.
Imam Fudhail bin Iyadh berkata: “Seseorang tidak berhias dengan sesuatu yang lebih utama daripada kejujuran (Hilyatul Auliya, jilid VIII).
Ibnul Qayyim Al Jauziyah, menyatakan, orang jujur yang kuat, adalah orang yang betah bersama Allah, baik pada saat banyak orang maupun pada saat menyendiri. Beliau berkata, “Adapun orang yang betah bersama Allah saat menyendiri saja, tak pernah betah tat kala banyak orang adalah orang jujur namun lemah. Dan orang yang betah bersama Allah di tengah orang banyak, namun tidak betah tat kala menyendiri dan sepi, ia orang sakit.”
“Akhlak terpuji bersumber dari sabar, berani, adil, pemuarh, penyantun, pemaaf, memelihara kesucian, tabah, mendahulukan orang lain, jujur, menghargai jasa orang lain” kata Ibnul Qayyim. Sedangkan sumber akhlak tercela, beliau menunjukkan kibr (sombong) yang melahirkan bangga diri, zalim, hasad, ujub, tirani, senang popularitas, rakus, licik dan kikir
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita petunjuk, kekuatan dan hidayah-Nya agar bisa memiliki sifat mulia (jujur) ini dan mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi amal shaleh yang akan mengantar kita kepada Jannah-Nya. Amiin.
Kejujuran adalah sifat yang agung, akhlak yang mengelokkan pemiliknya dan mengangkat sebutanya. Orang yang jujur selalu dicintai manusia. Barang siapa yang banyak jujurnya, niscaya “bersinarlah” hatinya dan kuatlah “pandangannya”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan kejujuran dan amanahnya, bahkan sebelum beliau menjadi Nabi.
“Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) dan perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.”
Untaian kata-kata di atas adalah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu yang terhimpun dalam Kitab Hadits Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. (HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab); (HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr); (HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”, (QS: At-Taubah: 119). Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Jikalau mereka jujur kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka”, (QS: Muhammad: 21)
“Jujur ialah kesesuaian ucapan dengan hati kecil dan kenyataan objek yang dikatakan” (Fathul Baari, jilid X).
Berkaitan dengan makna hadits di atas, para ulama mengatakan bahwa sikap jujur dapat mengantarkan kepada amal shaleh yang murni dan selamat dari celaan. Sedang kata “al-birr” (kebaikan) adalah istilah yang mencakup seluruh kebaikan. Pendapat lain mengatakan bahwa “al-birr” berarti surga, sedangkan dusta dapat mengantarkan kepada perilaku menyimpang (kedzaliman).
“ Janganlah engkau melihat kualitas diri seseorang itu dari panjang rukuk dan sujudnya, tetapi lihatlah dari kejujuran dan kesetiaan dalam menjalankan amanah”, demikian nasihat Imam Ja’far Ash-Shadiq. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala , yang artinya : “ Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shadiqin (orang-orang jujur dan mencintai kebenaran), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itu teman sebaik-baiknya”, (QS. An-Nisa: 69). Sikap jujur termasuk keharusan di antara sekian keharusan yang harus diterapkan, dia menjadi fundamen penting dalam membangun komunitas masyarakat. Tanpa sikap jujur, seluruh ikatan masyarakat akan terlepas, karena tidak mungkin membentuk suatu komunitas masyarakat sedang mereka tidak berhubungan sesamanya dengan jujur.
Hakikat kejujuran adalah meraih sesuatu dengan sempurna, menyempurnakan kekuatan dan menyatukan seluruh bagiannya. Kejujuran ada pada niat, ucapan dan amalan. Sikap jujur merupakan naluri dari setiap manusia. Cukup sebagai bukti bahwa anak kecil jika diceritakan tentang sosok seorang yang jujur di satu sisi, dan di sisi lain diceritakan sosok seorang pendusta, engkau lihat, dia akan menyukai orang jujur dan membenci pendusta.
Imam Fudhail bin Iyadh berkata: “Seseorang tidak berhias dengan sesuatu yang lebih utama daripada kejujuran (Hilyatul Auliya, jilid VIII).
Ibnul Qayyim Al Jauziyah, menyatakan, orang jujur yang kuat, adalah orang yang betah bersama Allah, baik pada saat banyak orang maupun pada saat menyendiri. Beliau berkata, “Adapun orang yang betah bersama Allah saat menyendiri saja, tak pernah betah tat kala banyak orang adalah orang jujur namun lemah. Dan orang yang betah bersama Allah di tengah orang banyak, namun tidak betah tat kala menyendiri dan sepi, ia orang sakit.”
“Akhlak terpuji bersumber dari sabar, berani, adil, pemuarh, penyantun, pemaaf, memelihara kesucian, tabah, mendahulukan orang lain, jujur, menghargai jasa orang lain” kata Ibnul Qayyim. Sedangkan sumber akhlak tercela, beliau menunjukkan kibr (sombong) yang melahirkan bangga diri, zalim, hasad, ujub, tirani, senang popularitas, rakus, licik dan kikir
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita petunjuk, kekuatan dan hidayah-Nya agar bisa memiliki sifat mulia (jujur) ini dan mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi amal shaleh yang akan mengantar kita kepada Jannah-Nya. Amiin.
Amanah
Amanah
Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)
Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar.
Itu juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)
Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.
Amanah dan Iman
Amanah adalah tuntutan iman. Dan khianat adalah salah satu ciri kekafiran. Sabda Rasulullah saw. sebagaimana disebutkan di atas menegaskan hal itu, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Barang siapa yang hatinya kehilangan sifat amanah, maka ia akan menjadi orang yang mudah berdusta dan khianat. Dan siapa yang mempunyai sifat dusta dan khianat, dia berada dalam barisan orang-orang munafik. Disia-siakannya amanah disebutkan oleh Rasulullah saw. sebagai salah satu ciri datangnya kiamat. Sebagaimana disampaikan Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya–, Rasulullah saw. bersabda, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (Al-Bukhari)
Macam-macam Amanah
Pertama, amanah fitrah. Dalam fitrah ada amanah. Allah menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid, kebenaran, dan kebaikan. Karenanya, fitrah selaras betul dengan aturan Allah yang berlaku di alam semesta. Allah swt. berfirman: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, (Engkau Tuhan kami) kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al-A’raf: 172)
Akan tetapi adanya fitrah bukanlah jaminan bahwa setiap orang akan selalu berada dalam kebenaran dan kebaikan. Sebab fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan penyakit-penyakit jiwa (hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan amanah fitrah tersebut agar fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan dalam menegakkan kebenaran.
Kedua, amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh syari’at). Allah swt. telah menjadikan ketaatan terhadap syariatnya sebagai batu ujian kehambaan seseorang kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh (kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan batasan-batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan mendiamkan beberapa hal karena kasih sayang kepada kalian dan bukan karena lupa.” (hadits shahih)
Ketiga, amanah menjadi bukti keindahan Islam. Setiap muslim mendapat amanah untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran Islam dalam dirinya. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)
Keempat, amanah dakwah. Selain melaksanakan ajaran Islam, seorang muslim memikul amanah untuk mendakwahkan (menyeru) manusia kepada Islam itu. Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An-Nahl: 125)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda lebih dibandingkan dengan dunia dan segala isinya.” (al-hadits)
Kelima, amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi. Tujuannya agar manusia tunduk hanya kepada Allah swt. dalam segala aspek kehidupannya. Tentang amanah yang satu ini, Allah swt. menegaskan: “Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)
Keenam, amanah tafaqquh fiddin (mendalami agama). Untuk dapat menunaikan kewajiban, seorang muslim haruslah memahami Islam. “Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)
Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)
Ayat di atas menegaskan bahwa amanah tidak melulu menyangkut urusan material dan hal-hal yang bersifat fisik. Kata-kata adalah amanah. Menunaikan hak Allah adalah amanah. Memperlakukan sesama insan secara baik adalah amanah. Ini diperkuat dengan perintah-Nya: “Dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” Dan keadilan dalam hukum itu merupakan salah satu amanah besar.
Itu juga diperjelas dengan sabda Rasulullah saw., “Setiap kalian adalah pemimpin dan karenanya akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Amir adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Lelaki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang mereka. Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentangnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban tentang itu. Dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya Kami menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Namun mereka menolak dan khawatir untuk memikulnya. Dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim lagi amat bodoh.” (Al-Ahzab 72)
Dari nash-nash Al-Qur’an dan sunnah di atas nyatalah bahwa amanah tidak hanya terkait dengan harta dan titipan benda belaka. Amanah adalah urusan besar yang seluruh semesta menolaknya dan hanya manusialah yang diberikan kesiapan untuk menerima dan memikulnya. Jika demikian, pastilah amanah adalah urusan yang terkait dengan jiwa dan akal. Amanah besar yang dapat kita rasakan dari ayat di atas adalah melaksanakan berbagai kewajiban dan menunaikannya sebagaimana mestinya.
Amanah dan Iman
Amanah adalah tuntutan iman. Dan khianat adalah salah satu ciri kekafiran. Sabda Rasulullah saw. sebagaimana disebutkan di atas menegaskan hal itu, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Barang siapa yang hatinya kehilangan sifat amanah, maka ia akan menjadi orang yang mudah berdusta dan khianat. Dan siapa yang mempunyai sifat dusta dan khianat, dia berada dalam barisan orang-orang munafik. Disia-siakannya amanah disebutkan oleh Rasulullah saw. sebagai salah satu ciri datangnya kiamat. Sebagaimana disampaikan Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya–, Rasulullah saw. bersabda, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (Al-Bukhari)
Macam-macam Amanah
Pertama, amanah fitrah. Dalam fitrah ada amanah. Allah menjadikan fitrah manusia senantiasa cenderung kepada tauhid, kebenaran, dan kebaikan. Karenanya, fitrah selaras betul dengan aturan Allah yang berlaku di alam semesta. Allah swt. berfirman: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul, (Engkau Tuhan kami) kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al-A’raf: 172)
Akan tetapi adanya fitrah bukanlah jaminan bahwa setiap orang akan selalu berada dalam kebenaran dan kebaikan. Sebab fitrah bisa saja terselimuti kepekatan hawa nafsu dan penyakit-penyakit jiwa (hati). Untuk itulah manusia harus memperjuangkan amanah fitrah tersebut agar fitrah tersebut tetap menjadi kekuatan dalam menegakkan kebenaran.
Kedua, amanah taklif syar’i (amanah yang diembankan oleh syari’at). Allah swt. telah menjadikan ketaatan terhadap syariatnya sebagai batu ujian kehambaan seseorang kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan fara-idh (kewajiban-kewajiban), maka janganlah kalian mengabaikannya; menentukan batasan-batasan (hukum), maka janganlah kalian melanggarnya; dan mendiamkan beberapa hal karena kasih sayang kepada kalian dan bukan karena lupa.” (hadits shahih)
Ketiga, amanah menjadi bukti keindahan Islam. Setiap muslim mendapat amanah untuk menampilkan kebaikan dan kebenaran Islam dalam dirinya. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menggariskan sunnah yang baik maka dia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang rang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (Hadits shahih)
Keempat, amanah dakwah. Selain melaksanakan ajaran Islam, seorang muslim memikul amanah untuk mendakwahkan (menyeru) manusia kepada Islam itu. Seorang muslim bukanlah orang yang merasa puas dengan keshalihan dirinya sendiri. Ia akan terus berusaha untuk menyebarkan hidayah Allah kepada segenap manusia. Amanah ini tertuang dalam ayat-Nya: “Serulah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” (An-Nahl: 125)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan usaha Anda, maka hal itu pahalanya bagi Anda lebih dibandingkan dengan dunia dan segala isinya.” (al-hadits)
Kelima, amanah untuk mengukuhkan kalimatullah di muka bumi. Tujuannya agar manusia tunduk hanya kepada Allah swt. dalam segala aspek kehidupannya. Tentang amanah yang satu ini, Allah swt. menegaskan: “Allah telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kalian berpecah-belah tentangnya.” (Asy-Syura: 13)
Keenam, amanah tafaqquh fiddin (mendalami agama). Untuk dapat menunaikan kewajiban, seorang muslim haruslah memahami Islam. “Tidaklah sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.” (At-Taubah: 122)
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)
Jumat, 14 Mei 2010
Kamis, 13 Mei 2010
[detik.com] - Batu Berbobot 5 Kg Mengapung di Air, Wow!
muliya : aneh tapi nyata
Rabu, 21/04/2010
Batu Berbobot 5 Kg Mengapung di Air, Wow!
Harry Purwanto - detikSurabaya
detikcom - Lumajang, Sebongkah batu berwarna hitam membuat kagum pengunjung Kolam Renang Veteran Lumajang. Bagaimana tidak, batu berbobot 5 kilogram itu ternyata bisa mengapung.
Baca Lebih Detail : http://ping.fm/LbTd9
muliya : aneh tapi nyata
Rabu, 21/04/2010
Batu Berbobot 5 Kg Mengapung di Air, Wow!
Harry Purwanto - detikSurabaya
detikcom - Lumajang, Sebongkah batu berwarna hitam membuat kagum pengunjung Kolam Renang Veteran Lumajang. Bagaimana tidak, batu berbobot 5 kilogram itu ternyata bisa mengapung.
Baca Lebih Detail : http://ping.fm/LbTd9
Senin, 10 Mei 2010
Sabtu, 08 Mei 2010
Jumat, 07 Mei 2010
Selasa, 04 Mei 2010
* _ Kau temukan aku ketika ku rapuh
terdampar membisu seperti debu
mataahari seakaakan tak lg menyinari hati sepi ini
Kau temukan aku ketika ku jatuh
terhempas membisu terbalut pilu
mataahari seakan tak lg menyinari hati sepi ini
Luka tertingal dihati
terlalu dlm tuk pergi
melumpuhkan s'luruh hidup ku,,,,
(A & B)
terdampar membisu seperti debu
mataahari seakaakan tak lg menyinari hati sepi ini
Kau temukan aku ketika ku jatuh
terhempas membisu terbalut pilu
mataahari seakan tak lg menyinari hati sepi ini
Luka tertingal dihati
terlalu dlm tuk pergi
melumpuhkan s'luruh hidup ku,,,,
(A & B)
Senin, 03 Mei 2010
pengaturan gprs untuk ponsel
pengaturan GPRS dan MMS semua operator Indonesia
Setting GPRS dan MMS PDF Print E-mail
Mentari
GPRS SETTING
* Profile Name : INDOSATGPRS
* Homepage URL : http://ping.fm/61VG0
* IP Address : 10.19.19.19
* Bearer : GPRS
* User Name : indosat
* Password : indosat
* APN : indosatgprs
MMS SETTING
* Profile Name : INDOSATMMS
* Connection URL : http://ping.fm/l11W2
* IP Address : 10.19.19.19:8080
* Bearer : GPRS
* User Name : indosat
* Password : indosat
* APN : indosatmms
Matrix
GPRS SETTING
* Profile Name : satelindo
* Homepage URL : http://ping.fm/wm61C
* IP Address : 202.152.162.250
* Bearer : GPRS
* User Name :
* Password :
* APN : satelindogprs.com
MMS SETTING
* Profile Name : sat-mms
* Homepage URL : http://ping.fm/w4ke4
* IP Address : 202.152.162.88
* Bearer : GPRS
* User Name : satmms
* Password : satmms
* APN : mms.satelindogprs.com
IM3
GPRS SETTING
* Profile Name : IM3-GPRS
* APN : www.indosat-m3.net
* User name : gprs
* Password : im3
* Gateway IP : 010.019.019.019
* Homepage : http://ping.fm/k8Bfs
* Data Bearer : GPRS
* Proxy port number : 9201 / 8080
MMS SETTING
* Profile Name : IM3-MMS
* APN : mms.indosat-m3.net
* User name : mms
* Password : im3
* Gateway IP : 010.019.019.020
* Homepage : http://ping.fm/wfntE
* Data Bearer : GPRS
* Proxy port number : 8081
CSD SETTING
* Dial up number : 366
* Dial type : ISDN
* Username : csd
* Password : im3
* Gateway IP : 010.019.019.019
* Homepage : http://ping.fm/ApvlW
XL
GPRS SETTING
* CONNECTION NAME : XL-GPRS
* DATA BEARER : GPRS
* ACCESS POINT NAME : www.xlgprs.net
* USERNAME : xlgprs
* PASSWORD : proxl
* IP ADDRESS : 202.152.240.050
* HOMEPAGE : http://ping.fm/lxNcj
MMS SETTING
* CONNECTION NAME : XL-MMS
* DATA BEARER : GPRS
* ACCESS POINT NAME : www.xlmms.net
* USERNAME : xlgprs
* PASSWORD : proxl
* IP ADDRESS : 202.152.240.050
* HOMEPAGE : http://ping.fm/FzwCq
Telkomsel
GPRS SETTING
Connection Name : TselGPRS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : telkomsel
Username : wap
Prompt Password : Off
Password : wap123
Authentication : Normal
IP/Proxy Address : 10.1.89.130
Port : 8000
Homepage : http://ping.fm/YZl94
Connection Security : Off
Session Mode : Temporary
Login Type : Automatic
GPRS Connection : When Needed
Setting melalui sms:
Mentari :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 3000
Contoh: GPRS NOKIA 7650
Matrix :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 3939
Contoh: GPRS NOKIA 7650
IM3 :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 3939
Contoh: GPRS NOKIA 7650
XL :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 9667
Contoh: GPRS NOKIA 7650
Telkomsel :
Ketik SMS: S‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 5432
Contoh: S NOKIA 7650
Setting GPRS dan MMS PDF Print E-mail
Mentari
GPRS SETTING
* Profile Name : INDOSATGPRS
* Homepage URL : http://ping.fm/61VG0
* IP Address : 10.19.19.19
* Bearer : GPRS
* User Name : indosat
* Password : indosat
* APN : indosatgprs
MMS SETTING
* Profile Name : INDOSATMMS
* Connection URL : http://ping.fm/l11W2
* IP Address : 10.19.19.19:8080
* Bearer : GPRS
* User Name : indosat
* Password : indosat
* APN : indosatmms
Matrix
GPRS SETTING
* Profile Name : satelindo
* Homepage URL : http://ping.fm/wm61C
* IP Address : 202.152.162.250
* Bearer : GPRS
* User Name :
* Password :
* APN : satelindogprs.com
MMS SETTING
* Profile Name : sat-mms
* Homepage URL : http://ping.fm/w4ke4
* IP Address : 202.152.162.88
* Bearer : GPRS
* User Name : satmms
* Password : satmms
* APN : mms.satelindogprs.com
IM3
GPRS SETTING
* Profile Name : IM3-GPRS
* APN : www.indosat-m3.net
* User name : gprs
* Password : im3
* Gateway IP : 010.019.019.019
* Homepage : http://ping.fm/k8Bfs
* Data Bearer : GPRS
* Proxy port number : 9201 / 8080
MMS SETTING
* Profile Name : IM3-MMS
* APN : mms.indosat-m3.net
* User name : mms
* Password : im3
* Gateway IP : 010.019.019.020
* Homepage : http://ping.fm/wfntE
* Data Bearer : GPRS
* Proxy port number : 8081
CSD SETTING
* Dial up number : 366
* Dial type : ISDN
* Username : csd
* Password : im3
* Gateway IP : 010.019.019.019
* Homepage : http://ping.fm/ApvlW
XL
GPRS SETTING
* CONNECTION NAME : XL-GPRS
* DATA BEARER : GPRS
* ACCESS POINT NAME : www.xlgprs.net
* USERNAME : xlgprs
* PASSWORD : proxl
* IP ADDRESS : 202.152.240.050
* HOMEPAGE : http://ping.fm/lxNcj
MMS SETTING
* CONNECTION NAME : XL-MMS
* DATA BEARER : GPRS
* ACCESS POINT NAME : www.xlmms.net
* USERNAME : xlgprs
* PASSWORD : proxl
* IP ADDRESS : 202.152.240.050
* HOMEPAGE : http://ping.fm/FzwCq
Telkomsel
GPRS SETTING
Connection Name : TselGPRS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : telkomsel
Username : wap
Prompt Password : Off
Password : wap123
Authentication : Normal
IP/Proxy Address : 10.1.89.130
Port : 8000
Homepage : http://ping.fm/YZl94
Connection Security : Off
Session Mode : Temporary
Login Type : Automatic
GPRS Connection : When Needed
Setting melalui sms:
Mentari :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 3000
Contoh: GPRS NOKIA 7650
Matrix :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 3939
Contoh: GPRS NOKIA 7650
IM3 :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 3939
Contoh: GPRS NOKIA 7650
XL :
Ketik SMS: GPRS‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 9667
Contoh: GPRS NOKIA 7650
Telkomsel :
Ketik SMS: S‹spasi›MerkHP‹spasi›TypeHP
Kirim Ke: 5432
Contoh: S NOKIA 7650
Minggu, 02 Mei 2010
* _ "jk hmba-Ku brniat mlakukn kebaikan dn ia tdk mngerjakn'a, Aku mnulis bagi'a 1-kebaikan. jk ia mngerjakn'a, Aku mnulis 10 sampai 700x lipat untk'a. jk ia brniat mlakukan kjelekan dn ia tdk mlakukan'a, Aku tdk mnulis kejahatan bgi'a dn jk ia mlakukan'a, Aku menuliskn satu 1-kejahatan baginya"(HR Muslim)
Selasa, 27 April 2010
Senin, 26 April 2010
Minggu, 25 April 2010
Sabtu, 24 April 2010
Jumat, 23 April 2010
Kamis, 22 April 2010
Fungsi kalsium bagi tubuh
Kalsium merupakan mineral utama yang mempunyai fungsi tertentu dalam tubuh bagi kesehatan. Anda bisa mendapatkan kandungan kalsium yang tinggi, misalnya dengan mengkonsumsi susu.
Susu adalah unsur makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu bubuk full cream, susu bubuk skim dll.
Selain itu, keju, tempe, makanan laut, brokoli dan bayam dipercaya memiliki kandungan kalsium yang tinggi pula.
Paparan sinar matahari pada pukul 7 sampai 9, juga dapat digunakan sebagai penunjang yang dapat merangsang produksi vitamin D dan membantu masuknya kalsium kedalam aliran darah sehingga kalsium menyatu dalam tulang. Setidaknya 15 menit perhari dan sesuai dengan waktu yang telah dianjurkan di atas.
Fungsi kalsium antara lain, mengurangi resiko osteoporosis, terlebih saat wanita memasuki periode menopause. Maka secara otomatis tubuh akan kehilangan hormon estrogen.
Menghilangnya hormon estrogen berdampak terjadinya penurunan kadar kalsium darah, sehingga kondisi tersebut akan menyebabkan osteoporosis.
Keuntungan dari dampak terpenuhinya kalsium dalam tubuh mempunyai nilai positif bagi pertumbuhan tulang dan gigi, sebab 99% kalsium tersimpan dalam tulang dan gigi.
Susu adalah unsur makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu bubuk full cream, susu bubuk skim dll.
Selain itu, keju, tempe, makanan laut, brokoli dan bayam dipercaya memiliki kandungan kalsium yang tinggi pula.
Paparan sinar matahari pada pukul 7 sampai 9, juga dapat digunakan sebagai penunjang yang dapat merangsang produksi vitamin D dan membantu masuknya kalsium kedalam aliran darah sehingga kalsium menyatu dalam tulang. Setidaknya 15 menit perhari dan sesuai dengan waktu yang telah dianjurkan di atas.
Fungsi kalsium antara lain, mengurangi resiko osteoporosis, terlebih saat wanita memasuki periode menopause. Maka secara otomatis tubuh akan kehilangan hormon estrogen.
Menghilangnya hormon estrogen berdampak terjadinya penurunan kadar kalsium darah, sehingga kondisi tersebut akan menyebabkan osteoporosis.
Keuntungan dari dampak terpenuhinya kalsium dalam tubuh mempunyai nilai positif bagi pertumbuhan tulang dan gigi, sebab 99% kalsium tersimpan dalam tulang dan gigi.
Rabu, 21 April 2010
Selasa, 13 April 2010
MANGFAAT KOPI UNTUK KESEHATAN
Ada kabar baik untuk para tea and coffee lovers. Para peneliti dari Australia menemukan bahwa konsumsi kopi atau teh berpotensi mengurangi risiko terbentuknya diabetes tipe 2.
"Secangkir kopi setara dengan penurunan risiko hingga tujuh persen," kata Rachel Huxley, peneliti dari University of Sydney, Australia.
Studi lain juga menyebutkan manfaat kopi. Dalam pertemuan The American Association for Cancer Research, dilaporkan bahwa konsumsi kopi mampu mengurangi risiko kematian akibat kanker prostat. Penelitian lain juga menyatakan kopi mengurangi penyakit liver, alzheimer, stroke, dan parkinson.
Selama ini para ahli menduga manfaat positif kopi berasal dari kafein, namun kini para ahli juga menemukan bahwa komponen lain dari minuman ini, seperti magnesium, lignans, dan asam klorogenat, punya manfaat yang tak kalah penting.
Hasil studi secara epidemiologis menunjukkan pecandu kopi rendah risikonya terhadap kanker usus besar. Berdasarkan penelitian Rachel, komponen-komponen ini bermanfaat positif pada pengaturan gula darah dan pelepasan insulin sehingga efektif mencegah diabetes.
Kopi, terutama jenis arabica dan robusta, juga mengandung komponen gizi (protein, asam amino, karbohidrat, lipid, dan mineral). Kopi juga mengandung komponen non gizi yang merupakan senyawa bioaktif untuk cita rasa dan pengawet, seperti kafein dan asam klorogenat.
Konsumsi kafein dalam jumlah normal juga bersifat menguntungkan karena penggunaan kafein bisa memberi pengaruh stimulan yang bersifat sementara dan tidak berbahaya. Pengaruhnya terhadap sistem saraf adalah mencegah kantuk, menaikkan daya tangkap pancaindera, mempercepat daya pikir, serta mengurangi rasa bosan.
Pengaruh kafein pada seseorang sangat tergantung sensitivitasnya. Sebagian orang tidak tahan sama sekali mengonsumsi kafein, sehingga setelah minum kopi menjadi berdebar-debar. Tapi ada juga orang yang dapat mengonsumsi lebih dari 10 cangkir kopi sehari tanpa keluhan.
Meski demikian, para ahli menyarankan takaran kafein yang aman adalah 200 miligram per hari, ini setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi dan teh. (kcm)
(empat) Manfaat SARAPAN
Posted by: muliya Category: Tips
Untuk mengawali aktifitas sehari-hari, kita perlu mempersiapkan dengan baik agar dalam melakukan kegiatan sehari punuh dapat maksimal/optimal. Salah satu yang perlu dilakukan untuk persiapan tersebut adalah Sarapan/makan pagi (breakfirst). Berikut beberapa manfaat dari sarapan.- Sebagai Senjata Pertahanan Diri
Demi lingkar tubuh, para Pesumo menyantap chanko-nabe (rebusan sayur, kaldu, mi dan daging atau makanan laut) sebagai sarapan yang terlambat setelah berlatih beberapa jam. Meski memadatkan tubuh pesumo seberat hingga 136 kg lebih, kandungannya tidak kontroversial. Peraturan pesumo junior memasaknya tiap hari bagi para juara, yang berhak mendapat cidukan pertama. Seorang pesumo terkenal dikatakan mengonsumsi 65 mankok (sekitar 13 kg daging) dalam sekali makan. Beruntung baginya, jadwal berikutnya ialah istirahat. - Sebagai Makanan yang Menyehatkan
Kalau penurunan anggaran belanja tidak dapat membuat Anda tidak dapat membuat anda beralih dari kopi atau pastry bergula di pagi hari, mungkin minuman bernutrisi bisa. penelitian baru-baru ini menunjukan, mengonsumsi sarapan yang sehat bisa meningkatkan kemampuan ingatan dan melangsingkan lingkar pinggang anda. Jadi sarapan mana yang baik? “Minuman dari bahan-bahan bernutrisi “, kata ahli gizi Oz Garcia. Untuk memperkaya Smoothie buatan sendiri, Garcia menambahkan biji pohon rami (dengan asam lemak omega 3), konsentrat buah delima (dengan anti oksidan tiga kali lipat dibanding anggur merah), selai kacang almond, ekstrak teh hijau, buah arbei, benih gandum, bawang putih dan yogurt probiotik. - Sebagai Kehebatan Pemasaran
- Sebagai Penyemangat Belajar
KEUTAMAAN SEDEKAH
Oleh: Muliya Subulussalam
Harta yang menjadi milik manusia sebenarnya ada 3 macam, yaitu makanan atau minuman yang ia makan atau minum sampai habis, pakaian yang ia pakai hingga lusuh atau rusak, dan apa yang ia sedekahkan. Makanan dan minuman yang habis diminum atau dimakan sudah pasti menjadi miliknya, karena ia telah menikmatinya dan telah menjadi darah dagingnya. Tetapi makanan dan minuman yang masih tersisa belum tentu menjadi miliknya. Bisa saja ia menyisakan dan menaruhnya di suatu tempat, tetapi siapa tahu kalau itu justru akan menjadi santapan yang lezat bagi orang lain atau makhluk lain seperti semut, kucing dan tikus.
Begitu pula dengan pakaian, termasuk kendaraan dan yang sejenisnya, yang ia kenakan sampai lusuh dan rusak, sudah jelas kepuasan yang ia peroleh darinya. Tetapi pakaian yang masih baik dan bagus belum tentu menjadi miliknya, dan mungkin saja tak dapat ia nikmati, karena hilang, rusak atau ternoda sebelum sempat dipakai.
Harta yang dimiliki pun demikian. Harta yang habis disedekahkan akan menjadi milik manusia, sedangkan yang tersisa belum tentu menjadi miliknya. Karena mungkin saja harta itu akan musnah sebelum sempat dinikmati, baik karena bangkrut, dicuri orang, terbakar, atau ada sebab lain yang mempercepat kemusnahannya. Bahkan, ketika ajal telah menjemputnya, bisa saja harta miliknya akan menjadi rebutan para ahli warisnya. Beruntung kalau ahli warisnya adalah anak-anak yang saleh dan salehah, tetapi kalau taleh dan talehah? Akan sia-sia harta itu!
Pada suatu hari, ketika telah menyembelih seekor kambing, Rasulullah memerintahkan istri beliau, Aisyah, untuk memasak daging kambing itu dan membagikannya kepada para tetangga. Kemudian, setelah beberapa lama, beliau bertanya kepada Aisyah:
“Apakah telah Kaubagikan daging kambing itu kepada para tetangga?”
Aisyah menjawab:
“Sudah, ya Rasul. Tinggal pahanya saja!”
Beliau berkata:
“Aisyah, pahanya yang habis, sedangkan yang tinggal adalah yang telah Kaubagikan!”
Maksud Nabi, justru harta yang telah disedekahkan itulah yang sebenarnya menjadi milik manusia, karena ia akan memperoleh pahalanya nanti di akhirat. Sedangkan harta yang diper-gunakan manusia untuk dirinya sendiri akan habis begitu saja. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam
mā `indakum yanfadu wa mā `indallāhi bāq wa lanajziyannal lazīna shabarū ajrahum bi’ahsani mā kānū ya`malūn.
“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.”
Ayat ini menjelaskan bahwa harta dunia yang kita miliki ini tidak kekal, ada batas waktu di mana ia akan lenyap dan musnah. Sedangkan jika kita sedekahkan dan kita amalkan di jalan yang diridai Allah, maka kita akan memperoleh pahala dari Allah, dan pahala itu akan kekal abadi di sisi Allah. Orang yang sabar dalam memenuhi janjinya kepada Allah, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, akan diberi pahala yang lebih baik daripada apa yang ia lakukan itu.Sedekah bukan hanya menghasilkan manfaat ukhrawi, berupa pahala di akhirat, tetapi juga banyak manfaat duniawinya, baik bagi orang-orang yang menerimanya maupun bagi orang-orang yang memberikannya. Bagi penerima, yang biasanya adalah fakir miskin atau kelompok du`afa’, harta sedekah itu akan sangat berarti dalam mengatasi beban ekonomi yang menghimpit mereka dari waktu ke waktu. Sedangkan bagi pemberi, sedekah akan menjadi senjata yang ampuh dalam mengikis sifat-sifat negatif yang ada di dalam dirinya.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam at-Turmudzi dan Ahmad, dikisahkan bahwa pada saat Allah menciptakan bumi, bumi bergetar. Lalu Allah ciptakan gunung. Berkat kekuatan yang telah diberikan Allah kepada gunung, ternyata bumi pun terdiam. Karena merasa heran menyaksikan penciptaan gunung tersebut, para Malaikat bertanya: "Wahai Tuhan Kami, apakah ada ciptaan-Mu yang lain yang lebih kuat daripada gunung?" Allah menjawab: "
Hadis ini menjelaskan bahwa sedekah yang dikeluarkan dengan penuh keikhlasan, yang diumpamakan Nabi dengan “tangan kanannya mengeluarkan sedekah sedangkan tangan kirinya tidak tahu”, mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat. Kedahsyatan sedekah ini bukan hanya mampu mengalahkan kekuatan yang ada pada gunung, besi, api, air dan angin, sebagaimana yang ditamsilkan Nabi, tetapi juga sifat-sifat negatif seperti kikir, tamak, angkuh, ria, gila pujian dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat-sifat ini merupakan faktor penghambat bagi manusia dalam berbuat kebaikan, terutama dalam membantu sesama manusia, khususnya fuqara’ dan masakin serta kelompok dhu`afa lainnya. Bahkan, sedekah yang dikeluarkan dengan ikhlas dapat menyebabkan pemberinya mendapat pertolongan Allah di dunia, berupa keselamatan dari segala musibah. Perhatikanlah sabda Nabi berikut ini:
“Janganlah sekali-kali Anda memandang rendah suatu kebajikan yang Anda lakukan walau sekecil apa pun, walaupun sekadar berwajah manis saat bertemu dengan saudaramu. Keluarkanlah sedekah setiap hari, walau-pun sedikit, dan jadikanlah sedekah itu pada pagi hari, karena sesungguhnya bala (musibah) tidak akan menyusuli sedekah.”
Maksudnya, sebelum melaksanakan aktivitas harian, Nabi menganjurkan agar kita bersedekah, apa pun bentuk sedekah itu dan berapa pun banyaknya, walaupun hanya sekadar menebarkan senyum kepada sesama. Hal ini dilakukan dalam rangka membentengi diri kita dari bala atau musibah yang mungkin datang kepada kita pada hari itu. Sebagai penutup, saya mengajak para pembaca, termasuk diri saya, marilah kita syukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita dengan cara banyak bersedekah, sebelum ajal menjemput kita. Perhatikanlah firman Allah dalam
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ”Ya, Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”
Tags: dakwah
Langganan:
Komentar (Atom)

